PRAY FOR FLORES, INDONESIA BERDUKA, GEMPA 7,7 SR GUNCANG FLORES NTT

Terkini 15 Aug 2026 15:31 2 min read 83 views By UN81
PRAY FOR FLORES, INDONESIA BERDUKA, GEMPA 7,7 SR GUNCANG FLORES NTT
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Flores, 14 Orang Tewas dan Tsunami Terdeteksi

Kupang (arkamedia.online) – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) dini hari. Gempa terjadi pukul 04.58 WIB dengan pusat di laut, sekitar 30 kilometer arah timur laut Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini disebabkan oleh aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust). Guncangan kuat dirasakan selama hampir satu menit di sejumlah wilayah, termasuk Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, hingga Bima (NTB) dan sebagian Sulawesi Selatan.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami dengan status Siaga (0,5–3 meter) untuk beberapa wilayah pesisir NTT, NTB, dan Sulawesi Selatan. Peringatan tersebut kemudian dicabut pada pukul 07.30 WIB setelah observasi menunjukkan gelombang tsunami yang terjadi tidak melebihi 1 meter. Gelombang tertinggi tercatat di Maurole, Kabupaten Ende, mencapai 0,94 meter. Di lokasi lain seperti Labuan Bajo (0,36 meter), Kewapante-Sikka (0,38 meter), dan Bulukumba (0,54 meter), ketinggiannya lebih rendah.

Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 12.30 WIB mencatat 14 orang meninggal dunia. Rinciannya: 3 orang di Kabupaten Sikka, 6 orang di Kabupaten Manggarai, dan 5 orang di Kabupaten Manggarai Timur. Selain itu, terdapat 2 orang luka berat dan 11 orang luka ringan. Sekitar 2.000 warga melakukan pengungsian mandiri ke tempat yang lebih aman.

Kerusakan bangunan juga dilaporkan. BNPB mencatat sementara 54 rumah rusak berat, 9 rusak sedang, dan 11 rusak ringan. Beberapa fasilitas kesehatan, kantor pemerintahan, tempat ibadah, serta gudang Bulog ikut terdampak. Listrik di sejumlah wilayah sempat padam, dan jalur transportasi mengalami gangguan.

Hingga pukul 10.00 WITA, BMKG mencatat lebih dari 100 gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2–6,5. Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengimbau masyarakat tetap waspada karena aktivitas gempa susulan masih berpotensi berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk Basarnas, TNI, Polri, serta BPBD, terus melakukan evakuasi, pencarian korban, serta pendataan kerusakan. Gubernur NTT menekankan bahwa wilayah utara Flores menjadi area paling terdampak, sementara Kapolda NTT menyatakan evakuasi korban menjadi prioritas utama.

BMKG dan BNPB meminta masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang belum terverifikasi, serta selalu mengikuti informasi resmi dari saluran yang kredibel. Pendataan korban dan kerusakan masih terus dilakukan di lapangan./UN81

Komentar (0)

Belum ada komentar.