LPM NU SAMBUT POSITIF KOMITMEN PRESIDEN PRABOWO BERIKAN PERANGKAT LAYAR INTERAKTIF PEMBELAJARAN

Terkini 28 Aug 2026 08:14 2 min read 40 views By admin
LPM NU SAMBUT POSITIF KOMITMEN PRESIDEN PRABOWO BERIKAN PERANGKAT LAYAR INTERAKTIF PEMBELAJARAN
Presiden Prabowo Subianto yang akan segera memberikan perangkat teknologi pendidikan berupa layar interaktif panel (Interactive Flat Panel/IFP) kepada seluruh sekolah dan pesantren NU.

Jombang ( Arka Media.online) – Lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) menyambut positif janji 

Janji tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat membuka Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (27/8/2026). Presiden meminta maaf karena banyak sekolah dan pesantren NU belum menerima bantuan layar interaktif yang sebelumnya sudah diberikan kepada sekolah negeri. Ia menjelaskan keterlambatan tersebut terjadi karena persoalan administrasi, di mana sekolah negeri berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sementara sekolah dan madrasah NU sebagian besar diurus Kementerian Agama.

Sebagai kompensasi, Presiden berjanji seluruh ruang kelas sekolah-sekolah NU akan segera menerima empat unit layar interaktif sekaligus. “Tahun yang lalu semua sekolah negeri terima satu layar satu ruang kelas. Tahun ini sekolah-sekolah negeri semuanya akan menerima tambahan tiga, tapi NU segera akan menerima langsung empat. Jadi utang saya kepada NU sudah agak terpenuhi,” ujar Presiden.

Pihak Lembaga Pendidikan Ma’arif NU (LP Ma’arif NU) dan sejumlah pengelola sekolah serta pesantren menyambut baik komitmen tersebut. Mereka menilai langkah ini akan mempercepat digitalisasi pembelajaran di lingkungan pendidikan NU dan memperkuat pemerataan akses teknologi.

Sejumlah pengurus dan kepala sekolah menyatakan apresiasi atas perhatian Presiden terhadap lembaga pendidikan NU. Mereka berharap bantuan tersebut dapat segera direalisasikan agar guru dan santri/siswa bisa memanfaatkan teknologi interaktif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih menarik, kolaboratif, dan sesuai dengan tuntutan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.

Kehadiran empat unit layar interaktif per kelas dinilai sangat membantu, terutama di sekolah dan pesantren yang selama ini masih terbatas perangkatnya. Para pengelola pendidikan NU juga menekankan pentingnya pendampingan pelatihan guru agar perangkat tersebut dimanfaatkan secara optimal.

Dengan janji ini, lembaga pendidikan di bawah naungan NU optimistis dapat semakin memajukan kualitas pendidikan, mendukung transformasi digital nasional, serta mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus berakhlak mulia. Pemerintah diharapkan segera menindaklanjuti distribusi perangkat tersebut melalui koordinasi antara Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah./UN81

Komentar (0)

Belum ada komentar.